Text
p5bk kearipan lokal (SMA)
Beberapa bentuk kearifan lokal seperti tradisi, peribahasa, cerita rakyat, karya masyarakat, dlsb. sebetulnya mengandung warisan leluhur untuk menjaga kelestarian sumber daya alam dan sumber daya lokal. Namun, seiring berjalannya waktu, beberapa pesan ini seperti tidak sampai pada generasi pewarisnya, sehingga tantangan yang terjadi di masa sekarang terkait sumber daya alam seolah datang begitu saja tanpa ancang-ancang. Padahal beberapa nilai kearifan lokal sendiri memiliki potensi untuk mencegah masalah yang ada terjadi (preventif).
Projek ini dimulai dengan tahap temukan, dimana siswa diajak untuk mengenali bentuk dan fungsi kearifan lokal yang ada di beberapa daerah di Indonesia. Pada tahap ini pula siswa diajak untuk menemukan hubungan antara identitas diri, sosial, dan budaya yang melekat pada dirinya. Tahap ini ditutup dengan menemukan masalah atau tantangan yang terjadi di sekitarnya
Setelah itu projek dilanjutkan dengan tahap bayangkan, dimana pada tahap ini siswa diajak untuk melihat langsung bagaimana bentuk kearifan lokal yang ada di wilayahnya. Dari sini siswa diminta untuk mengkritisi hubungan antara bentuk kearifan lokal yang ditemukan dan fungsinya bagi masyarakat. Tahap ini diakhiri dengan membayangkan kondisi impian yang siswa harapkan terjadi terhadap lingkungannya dan kearifan lokal yang ada di wilayahnya.
Projek dilanjutkan dengan tahap lakukan yang bertujuan mempersiapkan siswa untuk menggaungkan kearifan lokal yang ditemui dan bermakna bagi siswa sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang ia miliki. Lalu, projek diakhiri dengan tahap bagikan, di mana seluruh siswa membagikan pengetahuannya akan kearifan lokal kepada warga sekolah, guru, dan perwakilan masyarakat.
Melalui projek ini, siswa diharapkan telah mengembangkan tiga dimensi Profil Pelajar Pancasila, yaitu Bernalar Kritis, Berkebinekaan Global, dan Kreatif yang akan dijabarkan pada halaman berikutnya.
| X06484 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain